Tuesday, March 14, 2017

Cara Menangani Permasalahan pada MotherBoard

Tags
Cara Menangani Permasalahan pada MotherBoard - Sekarang saya bakal sedikit bagikan mengenai trouble shooting pada motherboard.Kita juga butuh untuk mengenal apa saja perpersoalanan - perpersoalanan yang tidak jarang muncul di dalam sebuahmotherboard, serta bagaimana tutorial atau solusi untuk menanggulanginya..?Untuk sekarang mari kami periksa dulu apakah motherboard kami telah terpasang dengan benar.. ?Pertama yang wajib diperbuat, Periksa semua konektor. Pasti saja, langkah ini diperlukan untuk memastikan bahwa tidak ada satu konektor pun yang terlepas atau tidak tertancap dengan benar.Periksa semua komponen yang melekat. Ini penting untuk memdeteksi, apakah pemasangan prosesor, RAM, VGA Card telah benar atau belum. Juga untuk memastikan bahwa dengan cara fisik IC-IC di dalam motherboard tidak mengalami kerusakan atau terlepas.
Periksa sumber listrik yang masuk melewati power suplay. Untuk memastikannya, periksa dulu suplai listrik dari jala listrik, lalu periksalah output listips pada kabel-kabel power suplay dengan memakai multimeter. Pastikan bahwa output tiap kabel telah sesuai dengan yang direkomendasikan pada buku manual.
Periksa, adakah barang-barang asing yang menggangu jalur motherboard. Kabel, sekrup, kotoran, juga debu dapat mempengaruhi nafas kenasiban motherboard. Gangguan seperti ini, tidak hanya membikin lalu lintas data terganggu, bila posisinya strategis dapat memunculkan hubungan singkat atau konslet.
    Periksa jumper-jumper, DIP switch, atau pin-pin pengatur setiap fitur dengan teliti serta benar. Pastikan bahwa Kamu mengacu pada buku manual jangan memakai ilmu hafalan. Pengaturan yang salah dapat membikin motherboard Kamu tidak mau nasib.
    Periksa tahap-bagian motherboard yang melekat pada casing. Hubungan singkat dampak penguncian tanpa isolator antara casing, sekrup pengunci dengan motherboard bakal membikin listrik terhenti setiap kali tombol power ditekan.

Beberapa Permasalahan yang sering terjadi, dan solusi atau cara untuk menanganinya :

Sistem tidak bekerja ketika prosesor diganti


     Kejadian ini amat tak jarang terjadi ketika Kamu hendak meperbuat upgrade alias downgrade dengan memakai prosesor yang mempunyai front side bus yang tak sama. Umpama ketika Pentium Kamu ber-FSB 533 MHz Kamu ganti dengan yang ber-FSB 400 MHz, sementara BIOS Kamu tetap men-setting sistem bekerja pada FSB 533 MHZ.
Baca Juga : Tutorial Cara Membuat Custom Toast Message Pada Semua aplikasi Android dengan Mudah
     Supaya sistem mau bekerja kembali, ada dua tutorial yang dapat ditempuh. Tutorial pertama merupakan masuk ke sistem BIOS serta menganti FSB yang digunakan dari 133 MHZ manjadi 100 MHz. Ini dengan catatan kalau sistem motherboard serta prosesor Kamu tetap dapat mentolerir pemakaian FSB yang jauh lebih tinggi dibanding yang digunakan.
     Tutorial lain merupakan meperbuat clear CMOS. Jika langkah ini telah diperbuat. Masuklah ke menu BIOS Kamu serta pastikan FSB yang digunakan telah sesuai dengan FSB yang bekerja pada prosesor Anda. Langkah ini dijamin efektif untuk menanggulangi persoalan yang seperti ini.

Sistem tidak bekerja ketika modul memori DDR diganti

     Ada berbagai kemungkinan maslah yang mungkin sehingga penyebab mangapa persoalan seperti ini terjadi. Pertama merupakan kompatibilitas motherboard yang dipakai kepada memori baru yang dipasang. Penyebabnya ada dua, yaitu persoalan chip memori yang dipakai alias masalah tipe memori yang dipakai. Berbagai motherboard mensyaratkan secar tegas tipe chip yangh dipakai. Jika tak sesuai, motherboard tak bakal mendeteksi adanya memori yang berdampak pada tak bekerjanya sistem. Sementara berbagai motherboard juga tak mau dipasangi memori tipe single side alias double side.
     Sekali lagi ini persoalan kompatibilitas motherboard kepada memori yang dipasang. Jika persoalannya merupakan chip memori, update BIOS terkadang dapat sehingga salah satu pembagian jitu.
Baca Juga : Cara Buka Flashdisk yang di Write Protected dengan Mudah
     Kemungkinan kedua merupakan tipe memori yang dipasang mempunyai CAS latency yang lebih rendah ketimbang CAS latency memori sebelumnya, sementara pada BIOS latency tetap di-setting pada CAS-2. tutorial satu-satunya merupakan dengan memperbuat reset alias clear BIOS. Seusai itu masuklah pada menu BIOS yang mengatur latency yang bekerja pada memori serta ubah sesuai dengan performa memorinya. Yang paling aman merupakan dengan merubah latency yang bekerja pada CL-2,5.

Sistem tidak bekerja meski semua power sudah terpasang


     Bisa sehingga persoalan ini timbul lantaran berbagai penyebab. Pertama periksa apakah ada ajaran listips yang masuk pada motherboard. Ini penting untuk memastikan adakah ajaran listips yang mengalir pada motherboard. Pada sebagian besar motherboard, indikasi adanya arus listips yang mengalir ini ditandai dengan lampu LED yang menyala. Kalau lampu ini tak menyala, bisa dipastikan tak ada arus listips yang mengalir.
     Kedua, kemungkinan power suplay yang tak terlalu keren atau tak mempunyai tenaga yang sesuai. Tutorial satu-satunya merupakan menganti power suplay yang Kamu punya dengan yang lebih keren.
     Penyebab ketiga yang mungkin merupakan tak terpasangnya kartu grafis dengan benar. Ini terbukti biasa terjadi kalau Kamu sembrono memasang kartu grafis add on. Untuk menanggulanginya, Kamu bisa membenahi posisi pemasangan. Usahakan supaya posisinya tegak lurus kepada motherboard.
Baca Juga : Cara Mengembalikan Registry yang Terhapus dengan Mudah
     Penyebab keempat yang tak jarang tak terbayang merupakan rusaknya tombol power atau koneksinya yang menghubungkan front panel dengan tombol power pada casing depan. Ini menyebabkan Kamu tak bisa menyalakan sistem walau semua terpasang dengan benar.

Sistem tiba-tiba hang ketika di overclock


     Ada berbagai penyebab untuk persoalan ini. Penyebab pertama ada pada berbagai komponen yang membutuhkan frekuensi kerja yang lebih tinggi. Ini umpama terjadi untuk AGP ataupun PCI yang terpasang. Untuk meperbuat ini, Kamu dapat masuk ke BIOS serta menaikkan frekuensi kerjanya. Ini pun dengan catatan jika motherboard yang Kamu pakai terbukti mendukung.
     Penyebab kedua merupakan tak lebihnya tegangan yang digunakan. Untuk itu, Kamu juga dapat masuk ke menu BIOS serta meperbuat penaikan tegangan, baik pada prosesor alias memori. Tapi tutorial ini riskan kaerena sangat tergantung pada performa serta daya tahan motherboard, prosesor, memori, ataupun kartu grafis yang dipasang. Ini kareena kenaikan tegangan bakal mempengaruhi kerja dari berbagai periferal yang terpasang.

Sistem tidak bekerja karena hardisk tidak terdeteksi


Persoalan ini tak jarang sekali timbul pada berbagai motherboard. Kesalahan sendiri terjadi bukan pada motherboard-nya, namun pada kabel data yang Kamu gunakan. Kesalah ini biasanya timbul sebab Kamu memakai port secondary serta bukan port primary meskipun Kamu tak memakainya buat CD-ROM alias drive lain. Pada berbagai sistem, motherboard tak bakal mendeteksi lantaran pemakaian kabel data seperti ini. Solusi yang dapat diperbuat merupakan memakai port mutlak pada kabel IDE untuk hardisk sementar secondary untuk CD-ROM drive alias yang lain.

Sistem tidak bekerja ketika kabel fan CPU tidak dipasang


Ini biasa terjadi pada berbagai motherboard yang mempunyai tingkat keamanan yang lumayan bak. Pada mother board yang demikian, sistem tak bakal mau bekerja kalau kabel fan tak terpasang pada pin yang sesuai yaitu pun CPU fan. Ini dimaksudkan untuk menjamin supaya fan bekerja untuk melindungi prosesor dari panas berlebihan. Nah, kalau Kamu tak memasang kabel fan pada pin power fan, alias bahkan tak memasang pada salah satu pin, otomatis sistem tak bakal bekerja. Langkah satu-satunya yang diambil merupakan memasang kabel fan CPU pada pin yang sesuai.

Ketika booting sistem nyatakan disk fail


Masalah ini muncul kalau Anda tidak memiliki floppy drive sementara pada BIOS fitur ini masih difungsikan. Cara satu-satunya adalah masuk ke menu BIOS dan matikan fitur yang satu ini.

Sistem tidak bekerja ketika primary graphic adapter diganti

Ini biasa terjadi pada motherboard yang mempunyai fitur VGA onboard. Ketika bakal diganti dengan kartu grafis add on, baik yang berebasis PCI ataupun AGP. Ketika pengaturan yang dipasang tak sesuai dengan kondisi nyata, sistem tak bakal sanggup meperbuat booting. Satu-satunya langkah yang bisa diambil merupakan dengan meperbuat clear CMOS alias bahkan mencabut baterai CMOS kalau jumper untuk meperbuat clear CMOS tak ada. Ini untuk memaksa motherboard kembali pada posisi default. Seusai booting bisa diperbuat, masuk pada menu BIOS serta ubah pengaturan primary graphic adapter sesuai dengan tipe kartu grafis yang dipasang. Jika Kamu memasang kartu grafis berbasis AGP, pengaturan fitur ini pada AGP add on.

Dari berbagai sumber

4 comments

Wah baru tau aku gan, tapi kalau komputer gak bisa nyala gimana

mngkin bisa di cek power supply nya gan
terkadang masalah kbanyakan di PS karna listrik yg naik turun
saran ane pake stabilizer voltase ( stavolt)

Makasih infonya gan sngt bermanfaat


EmoticonEmoticon